Luka Dari Sebuah Perpisahan Ternyata Menyakitkan.


---Me and my universe---

Perpisahan itu sakit, apalagi jika perpisahan itu membuat kita tak dapat bertemu lagi dengan mereka yang disayangi, luka perpisahan akan sulit disembuhkan.

Dan obat dari perihnya perpisahan itu hanyalah waktu dan hati yang ikhlas, dan untuk memperoleh obat itu ternyata bukan main sulitnya.


TENTANG PERPISAHAN

Perpisahan Itu Sakit

 

        Perpisahan itu sakit, ada yang bilang lukanya nanti juga akan sembuh sendiri, maka hari ini aku mau mengatakan sesuatu bahwa yang kalian katakan itu bohong, dan sangat bohong apabila luka itu sembuh, perpisahan paling menyakitkan melihat orang yang kita sayangi terutama keluarga harus pergi menghadap tuhan yang maha esa untuk selamanya dan itu menibulkan luka yang teramat sakit.

        Hati kecilku berdoa pada-Nya supaya aku tidak pernah melihat orang yang aku sayang pergi duluan tapi siapa yang tau takdir dan cerita hidup seperti apa, sangat tak terduga kepergian yang membawa duka itu datang tanpa berita seperti tamu yang tak diharapkan, suatu hari dimana perpisahan besar itu terjadi aku sering berdialog dengan tuhanku apakah tidak bisa jika aku yang pergi dahulu daripada aku harus melihat kepergian orang yang aku sayang, namun saat itu tuhanku bilang bahwa inilah caranya mengajariku bagaimana sabar dan ikhlas yang selama ini aku minta.

        Aku ingin sekali bisa sabar namun perpisahan itu sangat menyakitkan, aku sanggup mendengar cacian orang-orang itu tentang hidupku namun aku akan tertunduk lesu dan lemah jika aku berpisah dengan dia yang aku sayang untuk selamanya apalgi takdir berkata tak akan ada kesempatan untuk ku berjumpa lagi dengan ia, tak ada lagi kalimat candaan senda gurau bersama dan iya saat ini adalah kali terakhir memandang ia sebelum tubuhnya juga dipeluk bumi karena bumi sangat mencintainya.

        Untuk kamu yang aku sayang pergilah dengan tenang aku dan sakitku akan terus berproses untuk mengikhlaskan mu sepanjang waktu, sayangku cinta kasih mu untukku akan abadi dalam semestaku dan tentu saja ceritaku, terimakasih untuk waktu yang singkat di dalam bumi tuhan yang maha esa, semoga kita dapat bersua nantinya dalam keabadian nirwana.


Linda Puspita Sari



Komentar